Tuesday, June 17, 2008

Mengantar dan Menanti

 

Mengantar seseorang pergi kemudian menunggu seseorang tersebut pulang lagi adalah satu kejadian yang sangat biasa sekali dalam kehidupan sehari-hari. Semua orang pasti pernah mengalaminya, kalaupun ngga sering paling tidak pernahlah mungkin sekali dalam hidupnya kejadian itu dia alami. Mengantar suami atau ayah ke kantor di pagi hari kemudian menunggunya pulang di sore hari, mengantar ibu ke pasar dan menunggunya pulang dari pasar, mengantar anak ke sekolah dan menunggunya pulang di siang hari, mengantar suami pergi dinas ke luar kota atau luar negeri dan menunggunya pulang beberapa hari kemudian, etc. dll. dlsb. Banyaklah contoh jenis dan macam kejadiannya.

Kejadian yang sangat biasa tersebut akan menjadi luar biasa kalau seseorang yang kita tunggu dan sangat kita harapkan kepulangannya itu ternyata kemudian tidak pernah pulang untuk selamanya. Dan penantian kitapun akan menjadi penantian tak berujung (yah paling tidak penantian di dunia lah...)

Buat saya yang pernah mengalami "mengantar dan menunggu tapi yang ditunggu tidak pernah pulang untuk selamanya", kejadian mengantar-dan-menunggu-kepulangan-seseorang tidak pernah lagi menjadi kejadian yang biasa2 saja. Apalagi kalau seseorang tersebut adalah orang yang saya cintai dan sangat penting artinya dalam kehidupan saya. Episode "mengantar dan menunggu" menjadi episode yang cukup menegangkan, karena dalam rentang waktu antara mengantar dan menunggu itu saya tidak pernah berhasil menghapuskan pikiran "akankah kejadian yang sama terulang kembali?" dari benak saya. Walaupun saya berusaha yakin dan ikhlas serta tawakal dengan takdir Allah, tapi rasa takut itu selalu ada. Ketakutan bahwa kali inipun yang ditunggu2 dan sangat diharapkan kepulangannya tidak akan pernah pulang untuk selamanya. It's only human to have that kind of anxiety, isn't it...?

Maka, ketika yang ditunggu ternyata akhirnya pulang dengan sehat dan selamat tanpa kurang suatu apapun, kelegaan yang saya rasakan adalah luar biasa sekali. Sangat luar biasa kelegaan itu sampai kata2pun tidak berhasil melukiskannya....

Sunday, June 15, 2008

Saturday, June 14, 2008

Mc Call Winter Festival

Mc Call Winter Festival ini diadain setaun sekali di sebuah kota kecil bernama Mc Call di dataran tinggi Idaho. Jaraknya sekitar *** mile ke arah utara dari Boise. Sejak taun lalu sebenernya abang dah pengen ngajak kami jalan ke kota ini dalam rangka Winter Festival, tapi taun lalu itu dia ngajaknya ga niat banget. Masa baru pok ngomong "Kita ke Mc Call Winter Festival yuk" nya seminggu sebelum winter festivalnya berakhir. Yakh basa basi doang atuh itu mah.

Makanya winter taun ini bener2 direncanain jauh2 hari sebelumnya. Bahkan sejak beberapa bulan sebelumnya udah ambil ancang2. Ternyata memang betul harus direncanakan sejauh itu, krn ternyata penginapan2 udah hampir semua penuh bahkan sejak beberapa bulan sebelum festival dimulai. Setelah cek sana cek sini akhirnya dapet juga kamar kosong, itu juga akhirnya kita yg harus menyesuaikan dengan tanggal tersedianya penginapan. Yg tadinya rencananya mau akhir minggu supaya anak2 dan ayahnya ga usah kebanyakan bolos, tapi gara2 penginapan jadinya harus weekdays deh perginya, ya udah bolos 3 hari deh mereka. Ga papalah setaun sekali ini...hehe....

Idaho City

Kejadiannya udah lama, akhir taun lalu. Ga papa lah baru diceritain sekarang, daripada tidak tercatat sama sekali dalam tinta sejarah.

Sleepless in Seattle, etc.

Udah sejak taun lalu sebenernya pengen jalan2 ke Seattle. Tapi ga pernah ada kesempatan, pangpangnya kesempatan materi alias ga ada duit!..hehe...Sampai akhirnya menjelang akhir taun lalu diazzamkan dlm hati summer taun ini harus bisa pergi ke Seattle, masa dah jauh2 datang dari ke Amrik tinggal tetanggaan state sama state di mana kota Seattle berada ga disempetin mampir sih....Padahal what's so special about Seattle ya dibanding kota2 lain....hehehe...ya mungkin gara2 jadi judul pilem aja kali ya...Tom Hank lagi yg mainnya....kenapa pula sama Tom Hank....dasar deh....Padahal klo kebelet pengen jalan2 mah ga usah nyari2 alasan ya....

Singkat cerita, akhirnya kesempatan itu datangnya malah lebih cepat dari rencana semula. Summer pun belum lagi datang, tiba2 aja si abang ada meeting di Seattle, dan tiba2 juga dia ngusulin bwt ngajakin kami, istri dan anak2nya, bwt ikut....Horreeeee....ya mau dooongg.....Ga sering lho dia punya ide brilian macam itu, jadi sekalinya punya harus segera dicatet, direncanakan dengan matang dan jangan kasih lagi kesempatan dia bwt berubah pikiran!! Maka sibuklah diriku merencanakan semuanya dengan penuh semangat dan membabi buta dari mulai perhitungan jarak tempuh, biaya bensin, penginapan, makan sampai jadwal acara. Pokonya semua ga boleh terlewatkan dan yg penting ga boleh ada sedikitpun celah buat abang untuk protes dan merubah rencana. Eeeeh...tiba2 dia kok malah punya ide yg lebih brilian lagi....! Setelah dari Seattle, gimana klo kita nyimpang ke Oregon ke satu tempat yang bernama "Sea Lion Caves"...wohohoho....yg tadinya semangat udah 45 jadi tambah membara jadi semangat 08!! Langsung deh bikin rencana matang lagi

Tuesday, June 3, 2008

Orang2 baik itu...alhamdulillaah ternyata masih banyak di dunia ini...

Membicarakan kebaikan2 diri sendiri, memamerkannya dan menyebarluaskannya ke halayak ramai adalah perbuatan yg tidak terpuji....Setuju..? Boro2 dapet, pahala yg tadinya udah di tangan malah berubah jadi dosa riya....hiih...serem..Na'udzubillaah. Tapi apakah membicarakan dan menyebarluaskan kebaikan2 orang lain termasuk kategori riya juga bukan ya...??..Hemm...semoga bukan deh..

Nah, kalaupun sekarang saya ingin menceritakan dan menyebarluaskan kebaikan2 beberapa orang di sini bukan berarti saya bermaksud ingin supaya mereka kemudian jadi riya krn kebaikan2 mereka terekspos di sini....Na'udzubillaah...jangan sampai, saya percaya dengan kwalitas keimanan dan kehumblean mereka. Mungkin ini hanya satu bentuk rasa terima kasih saya yg teramat sangat atas kebaikan2 yg sudah dan tengah mereka lakukan terhadap kami sekeluarga. Walopun saya sadar, there's not a single word of "Thank You" can show how