Keterlaluan sekali ya kalau ada orang memberi kita sesuatu lalu pemberiannya tersebut kita buang. Jangankan dibuang, pemberian itu kemudian kita berikan lagi kepada orang lain saja kayaknya sudah agak2 ga etis ya. Kalau saya jadi orang yang memberi rasanya akan sedikit tersinggung kalau itu terjadi pada pemberian saya.
Namun justru persis hal seperti itulah yang saya lakukan hari Minggu yang lalu. Saya membuang sebagian besar pemberian seseorang pada kami.......!!

Tapi saya ga punya pilihan lain selain membuangnya. Disimpan ga mungkin, dipakai apalagi. Di antaranya yang saya buang adalah buttercream kadaluwarsa yang sudah sebagian terpakai (dipakai oleh si pemberi), roti frozen yang sudah lebih dari setengahnya terpakai dan juga ternyata sebagian ingredientsnya mengandung unsur yang kami yakini ga halal dikonsumsi, tortillas yg walaupun nampaknya belum dipakai tapi juga mengandung ingredients yang ga halal dikonsumsi. Dan beberapa items lagi yang terpaksa saya buang dengan alasan yang sama. Items yang lain yang hampir semuanya adalah makanan2 bekas pakai terpaksa saya selamatkan karena saya ga punya alasan yang kuat untuk membuangnya dan setelah beberapa kali inspeksi nampaknya masih cukup aman untuk dikonsumsi walaupun beberapa kemasannya sudah tidak representatif lagi. Bukan hanya kemasannya yang tidak representatif, tapi beberapa items yang lainnya lagi malah isinya sudah lebih dari tigaperempatnya dipakai yang kalau orang Sunda bilang sudah "jarijipeun" kalau mau dikonsumsi lagi, tapi saya belum tega untuk membuangnya

Karena merasa alasan-alasan saya cukup kuat, maka saya tidak merasa bersalah telah membuang sebagian besar makanan2 pemberian tersebut dan tidak merasa telah menyinggung perasaan si pemberi (tapi terus terang saya ga bilang2 sama dianya kalau saya sudah buang2 pemberiannya

). Sebaliknya, saya yang malah berusaha untuk tidak tersinggung, berusaha untuk berkali2 mengingatkan diri sendiri untuk berhusnuzon pada si pemberi dan berusaha meyakinkan diri sendiri bahwa si pemberi punya niat yang baik memberikan semua makanan2 sisa tersebut pada kami.
Ugh.....salahkah saya kalau tersinggung...?!

Salahkah saya kalau saya tidak bisa mencegah hati saya berkata, "Ini teh ngasih atau ngebuang...?"

Ah dasar deh, ada ada aja cobaan buat 'menggoyang' kebersihan hati......

Satu pelajaran penting yang saya ambil dari kejadian ini adalah saya harus semakin berhati2 dalam memberi sesuatu pada seseorang, terutama kepada orang2 yang "less fortunate". Jangan sampai saya memberi sesuatu, walaupun dengan niat baik, tapi pemberian itu malah menyinggung perasaan dan menyakiti hati orang yang saya beri. Selain sikap dan ucapan saya saat memberi yang harus dijaga jangan sampai menyakiti hati si penerima, apa2 yang saya berikanpun harus saya jaga dalam bentuk dan representasi yang tidak membuat si penerima merasa direndahkan atau dihina.
P.S.:
"jarijipeun" itu artinya bisa dibilang agak2 menjijikkan begitu....