Friday, November 23, 2007

Entah Apa Judulnya

Mereka tertawa gembira.
Mereka tersenyum bahagia.
Akhirnya apa yang selalu mereka inginkan dan harapkan hampir terpenuhi. Tapi tahukah mereka apa yang sebenarnya saya rasakan? Tidakkah mereka ingin tahu apa yang saya inginkan, apa yang menjadi harapan2 saya.....?😭

Friday, November 16, 2007

Library oh Perpustakaan.....

Saya tengah baca buku berjudul "Helping Children Read-Ideas for Parents, Teachers and Librarian", sebuah buku heubeul (terbitan jaman kuda, red.) yg kami temukan di public library. The first two paragraphs of one of the chapters in this book have caught my attention and have stirred some of the memories in my mind that have everything to do with all the libraries (public library mostly) that I've ever been going to and becoming a member of. These two paragraphs are as follows:

Reading begins and culminates in the successful use of the public library. This precious institution houses the literary, periodicals, records, cassettes, art productions, slides, film strips, movies, microfiche, microfilm as well as books that are now available for users of most public libraries. Considering these resources, the modern librarian plans extensive programs to serve the entire community.

For preschoolers, there are storytelling sessions, puppet shows, and a multitude of picture books on all kinds of subjects that appeal to youngsters. Programs are scheduled both with and without parents....(masih ada lanjutannya, tp cukup sampe di sini aja quotingnya).(I do apologize to the authors for not asking their permissions prior to quoting part of their book's contents. Peaeaeace deh.... 😆🙏)

Apa yang diungkapkan 2 paragraf tsb. terasa sekali kebenarannya di beberapa perpustakaan umum yg pernah kami kunjungi dan menjadi anggotanya.

Singapura. Public library di negeri singa inilah yang menjadi public library pertama di mana kami menjadi anggotanya. Even Hanif who was only 2 at the time had his own library card. Akhirnya public library menjadi salah satu tujuan wisata (gratis) kami. Bahkan klo saya sedang males nganter Hanif sekolah (he was still in PG), saya akan (dengan liciknya;-)) memberi option pada Hanif, mau sekolah ato ke library. Tentu saja dengan semangat dia jawab "Ke laikbeli!!" (library, maksudnya....maklum masih umur 2 taun jadi ngomongnya masih balelol...hehe...). Bagaimana tidak semangat dia klo dibawa ke library, pilihan buku anak2 (infants, toddler, preschooler hingga teenager) alangkah sangat banyaknya. Belum lagi suasana yang nyaman dan menyenangkan, bersih teratur, ruangan yang luas, dkk. dlsb. Singkat cerita, betapa menyenangkannya jalan2 ke public library.

Belanda. Sejak pengalaman pertama dengan public library di Singapur, akhirnya pindah ke Belanda pun kami tetap menjadikan public library sebagai salah satu tujuan wisata rutin keluarga. Namun sayang krn koleksi buku2nya sebagian besar adalah dalam bahasa Belanda, kunjungan kami ke public library di sana dikalahkan oleh seringnya kunjungan kami ke De Slegte (sebuah toko buku bekas yg ternyata tidak hanya ada di Eindhoven tapi juga di beberapa kota lain di Belanda. Jangan bayangkan toko buku bekas dengan kondisi bangunan kumuh dan buku2 yg jelek2 dan kotor...De Slegte ini ga kalah besar dan bersih serta teraturnya dengan Popular di Singapur....;-D). Namun demikian kunjungan kami ke public library tetap rutin kami lakukan. Oh ya suasana librarynya juga tidak kalah nyaman dan menyenangkannya dengan public library di Singapur.

Amerika. Idem ditto dengan 2 di atas. Di sini bahkan kami lebih semangat lagi pergi ke public library. Sajid saja sudah hapal jalan ke sana. Setiap kali kami melewati salah satu jalan protokol menuju library, dia akan berseru dengan gembiranya, "Ke laibbelli....!!Ke laibbeli, Thomas...." trus dia ngoceh dengan riangnya. Padahal belum tentu ke sana tujuan kami :-D Yang membuat kami semangat sekali krn pertama, untuk jadi member luar biasa mudahnya, tinggal isi formulir tanpa persyaratan apa2 tidak pula membayar satu senpun. Kedua, kami boleh pinjam buku sebanyak yang kami mau. Sama sekali ga ada batasan. Di Singapur dan Belanda yg jadi membernya bayar aja dibatasi jumlah buku yang boleh kami pinjam. Di sini, sama sekali tidak. Yang jadi batasan hanyalah kekuatan fisik kami untuk kemudian mengangkut buku2 yg kami pinjam dan ketebalan muka kami 😅 Akhirnya kami buat batasan sendiri, setiap kali datang ke library masing2 hanya boleh meminjam 5 buah buku. Selain berkunjung untuk pinjam buku, toddler storytelling*) menjadi tujuan lain kunjungan saya dan Sajid ke library seminggu sekali.

Pengalaman2 kami dengan beberapa public library di negara2 yg pernah kami jadikan tempat bermukim membuat saya punya cita2 untuk menjadikan public library di negara sendiri sebagai tempat kunjungan wisata yang menarik dan menyenangkan juga. Saya bermimpi suatu saat public library-di Bandung lah dulu-bisa diberdayakan, yaa ga usah lah terlalu ideal sama bagus dan 'mewah'nya dengan perpustakaan2 umum di negara2 maju tsb. Tapi setidaknya cukup memadai untuk bisa menarik penduduk terutama anak2 untuk senang berkunjung dan betah berada di dalamnya.

Ooh.....how I wish I could make my dream comes true. I've already had some ideas dancing around in my head, and I hope that one day I'd be able to put them into action. 😇

*) setelah baca buku ini saya baru tau klo 'story-telling' and 'story-reading' are two different things ;-)