Tuesday, November 25, 2008

Dan anak2pun ikut berFB-ria...

Saya ga mau ikut campur klo ada anak2nya teman2 saya dan atau ponakan2 saya ikutan punya MP ato blog juga. Karena (mungkin) masih ada manfaat yang bisa diambil oleh anak2 tersebut dari berMP-ria maupun berblog-ria. Salah satunya (mungkin) melatih kemampuan menulis mereka. Walopun terus terang klo buat saya sendiri masih lebih sreg klo anak2 latihan menulis sambil benar2 latihan menulis, pake pinsil/pulpen di atas kertas...well itu kan untuk anak2 saya sendiri, mungkin orangtua2 yang lain punya pola pikir yang tentu saja berbeda dengan saya. Tapi kalau kemudian saya melihat anak2pun sudah ikut2an pula berfesbuk ria.....duuuuh....saya sih...merasa harus ikut(ikutan) urun saran deh....Lebih baik jangan deh ibu2, bapak2, tunggu sampe mereka lebih dewasa lagi..! Kenapa ?

Alasan pertama saya, simply karena saya sama sekali ga ngeliat ada manfaatnya FB buat anak2. Kedua, kita2 para orang dewasa yang (supposedly) lebih bisa menahan diri dan bertanggung jawab saja kadang suka susah menahan diri berlama2 di depan neng kokom klo sudah preoccupied sama FB. Kebayang kan gimana dengan anak2..? Alasan ketiga, dan (buat saya) paling urgent dan paling penting untuk diwaspadai adalah banyak sekali feature2 FB yg samsek ga sesuai buat anak2 !!

Saya nerima satu invitation/request beberapa hari yg lalu, seperti umumnya request2 dan invitation2 lainnya di FB request yg inipun meminta saya untuk menginvite balik teman2 saya. Maka sayapun membuka2 satu persatu halaman2 yg ada...daaan....masya Allah...subhanallaah....mengerikanlah gambar2nya....saat itu yg ada dalam pikiran saya hanya satu, "Gimana klo gambar2 ini sampe diliat oleh anak2". Sejak saat itu keyakinan saya makin kuat bahwa FB sama sekali tidak sesuai buat anak2 !!

Biarlah kita2 saja para orang dewasa yang terjerumus di dunia perfesbukan, jangan jerumuskan juga anak2 kita....

Yuk, ibu2, bapak2 mari kita lebih berhati2 dan lebih selektif lagi melepas anak2 kita 'berkeliaran' di dunia Teh Maya ini....

Monday, November 24, 2008

Hatiku tergoda...

Godaan itu datang
perlahan tapi pasti....
Membelah hatiku
menggetarkan jiwaku...
...
...
...
Haruskah aku berpaling kembali...?

Wednesday, September 17, 2008

Friends, friends, friends forever


2 anak ini klo udah ketemu..susah deh dipisahin. Dan klo udah main bedua, langsung deh segala macem 'kemischivan' keluar...Sayangnya mereka ketemu cuman di masjid aja seminggu sekali, krn kami tinggal di dua wilayah yg berbeda consequently they didn't go to the same school :-(

Yg paling menyedihkan ketika harus pindah dari satu tempat ke tempat lain adalah berpisah dengan teman, sahabat, sodara...or whatever you call it lah...
Akar yg kami tancapkan di Boise ternyata cukup dalam, sehingga ketika saatnya kami harus meninggalkan Boise betapa banyak serpihan hati yg tertinggal. Ungkapan2, "We don't want you to leave" ato "Why you have to leave?" ato "I'm sorry to hear that (regarding our long-processed immigration papers,red.) but I'm also glad that you can stay longer", sering sekali mereka ucapkan up to the point where I was really tired ngabandungan those comments and questions...tambahan lagi karena ungkapan2 itu membuat kami semakin berat meninggalkan Boise :-(

Deal with my own sadness aja sudah cukup berat, apalagi harus melihat juga kesedihan anak2 yg harus berpisah dengan sahabat2nya...hiks...Yah mau bagaimana lagi...Life must go on....

Not three weeks ago we parted, but we already miss you all so much, guys...:-(

Friday, August 22, 2008

Akhirnya....!

Akhirnya berita yang lama ditunggu-tunggu itu datang juga di satu sore tanggal 4 Agustus (tanggal 5 Agustus pagi di Singapur). Setelah berminggu-minggu terombang-ambing dalam ketidakpastian, tentu saja berita itu sungguh sangat menggembirakan sekaligus mengejutkan. Pokonya begitu denger berita itu saya langsung teriak kegirangan, ploooongg...rasanya...akhirnya penantian itu berakhir juga. Kebayang kan menanti sesuatu yg ga jelas akan seperti apa hasil akhirnya. Tentu saja tak lupa kami bersyukur pada Allah yg pada akhirnya mengijinkan kami untuk mendapat satu keputusan...positif lagi keputusannya..😇

After all the excitement settled, it suddenly dawned on me that we really were moving, and we really were leaving Boise. O ow...tiba2 ada satu rasa lain yang menyelinap ke dalam hati saya...perlahan tapi pasti.... Rasa berat untuk meninggalkan kota yang sudah terlanjur kami cintai ini; teman, komunitas yang sudah terlanjur menerima kami dengan tangan yang sangat terbuka. 

Saturday, August 9, 2008

About Puberty

Ah leganya....akhirnya....bukan..ini bukan mau cerita ttg Employment Passnya Abang yg sudah approved...I wanna tell you about "talking puberty with Hanif". Sudah sejak berbulan2 yg lalu saya minta Abang buat ngobrol tentang puberty sama Hanif. Bukan cuma krn "it's about time" tapi juga karena Hanif sendiri sudah menunjukkan keingintahuan ttg masalah ini. He's become courios about what puberty is all about since months ago. Tapi yaaah namanya orang sibuk...sussaaah sekali nyari waktu yg pas bwt ngomongin masalah ini sama anaknya sendiri. Ntah juga ding apa krn emang sibuk banget ato krn susah nyari cara yang pas buat nyampeinnya. Pokonya dari berbulan2 yg lalu masih belum jugaaa itu terlaksana. Sementara Hanif sendiri sudah berulang kali bertanya2 tentang masalah puberti ini.

Sampai akhirnya satu hari, di pagi hari yang cerah, beres dia sarapan dan ayahnya sudah pergi ke kantor, tiba2 di meja makan tercetus lagi keingintahuan Hanif tentang puberti. Saya yang biasanya selalu ngeles dengan alasan, "Ayah's gonna tell you about it. It's a "man to man" talking", tiba2 saja-entah dapat beranian dari mana-bangkit dari tempat duduk and told Hanif confidently, "I'll tell you all about it now", grabbed an encyclopedia, sat down back in front of Hanif and started telling him about what puberty is, what it means being "baligh", etc.

I started by showing Hanif pictures of human body in the encyclopedia, showing him which parts of our body responsible for what happens in puberty. First I reminded him about my period. He's become familiar with it since I need to explain to him (and to his brothers as well) why I always skip praying every month. I couldn't keep avoiding them by only saying that I can't pray with no reason at all. Namanya juga anak2 coriousitynya gede banget kan...Yah akhirnya bahkan sebelum tau ttg their own puberty mereka sudah hapal banget bahwa every month I'll be having my period thus I'll skip praying for at least 6 days. Dengan pengetahuan mereka tentang menstruasi saya jadi lebih mudah 'masuk' ke penjelasan tentang 'wet dream'nya para kaum lelaki....Angelic Tentu saja semua penjelasan itu saya awali dengan penjelasan tentang apa dan bagaimana sistem dan organ reproduksi wanita, how it's difference from male reproduction system and how it's difference from urinary system. Setelah itu barulah saya jelaskan what it means by 'wet dream', what it is all about. Dan yg paling penting adalah how it will affect your every day life, your behaviour, your body changes, etc. etc. Yang paling susah tentu saja ketika harus menjelaskan apa itu sel telur dan sperma, apa fungsinya, bagaimana terjadinya pembuahan. Yaaah...you know laah...kenapa susahnya.. Tanpa harus menjelaskan terlalu detil tapi Hanif has to get a clear picture about what it means by 'having a baby' and 'how a baby can be produced'....dengan sedikit berkelit2 dan berdiplomasi akhirnya masalah itu bisa tersampaikan dengan (semoga) baik...yaaah setidaknya Hanif ngerti lah kenapa dan bagaimana itu terjadi....Dumb

Kemudian topik pembicaraan berlanjut ke masalah teknis pelaksanaan...hehehe..kesannya. Maksudnya bagaimana klo it really happens to him. Apa dan bagaimana itu akan terjadi, bagaimana rasanya, and what he has to do afterward. Sampe ke masalah paling teknis such as "You must wash your underwear by yourself!" Sambil ngangguk tanda mengerti dia langsung nanya, "Sepreinya gimana Ibu?" ga kebayang buat Hanif dia harus nyuci seprei sendiri...hehehehe...Nyuci yg lain sih it's only a piece of cake for him, orang memang tugas dia setiap minggu to do laundry....Thumbs Up

Akhirnya sampailah pembicaraan ke masalah what is it all about being 'baligh' for him as a muslim....tereng tereeeng...Mulailah ibu jelaskan tentang semua konsekuensi yang mengikuti kebalighannya sebagai seorang muslim. How it is that he will be responsible for all his actions. How everything he does, good deeds and bad deeds, will be held accountable in front of Allah.

Saturday, July 19, 2008

Masih Tentang Menunggu Nih...

Lima minggu sudah berlalu sejak Abang wawancara (wawancara yg kenyataannya adalah security check) dengan MOM Singapur (Ministry Of Manpower yg ngurus2 masalah employment pass, work permit dan sejenisnya), tapi sampai detik ini belum ada juga keputusan dari mereka apakah EP (Employment Pass) application Abang itu ditolak atau disetujui. Lebih dari 3 bulan sudah berlalu sejak calon employer abang masukkin aplikasi tersebut (18 April 08)....sudah lama sekallliii....Padahal proses yg normal yg MOM janjikan katanya hanya makan waktu antara 1 sampai 5 minggu sajah (liat deh disini). 1 minggu klo aplikasinya online, dan 5 minggu kalo lewat pos. Cal-em suamiku ternyata applynya  online, berarti klo berdasarkan janji MOM mestinya dalam 1 minggu pun EP suamiku dah beres...yaaah mundur2 bolehlah jadi 2-3 minggu...tapi lebih dari 12 minggu...??? Udah keterlaluan lamanya itu namanya..!!!

Tiga minggu pertama keterlambatan (prior to the interview) ternyata diakibatkan oleh kesalahan teknis (klo ga bisa dibilang kesalahan konyol) yang dilakukan oleh MOM. Jadi ternyata yg terjadi adalah si MOM ngirim surat undangan interview ke alamat yang salah..!! Si empunya alamat kemudian ngembaliin surat itu plus notice "no such person" attached. Kembali si MOM ngirim lagi surat tsb. ke alamat yg sama, balik lagi si empunya alamat ngembaliin ke MOM dengan notice yang sama. Balik lagi si MOM untuk yg ketiga kalinya ngirim lagi surat itu ke alamat tsb. Setelah dibalikkin buat yg ketiga kalinya ini barulah MOM mengirimkan surat tsb. ke alamat calon employer Abang. Kemudian si cal-em langsung memforward surat itu saat itu juga ke Abang via imel. Akibat kejadian ini aja kami sudah rugi waktu kurang lebih 3 minggu.....

Kami kira setelah wawancara kami ga usah nunggu terlalu lama lagi sampai MOM ngambil keputusan. Malah awalnya kami sudah siap2 untuk diberi keputusan saat itu juga ato selang satu-dua hari kemudian sebelum Abang balik ke Amerika.....Tapi kenyataannya.....hiks....

Banyak sekali rencana2 yg gagal akibat tersendatnya proses ini. Pertama, tentu saja rencana Abang untuk mulai kerja awal Juni sama sekali ga bisa terlaksana. Semoga saja si cal-em masih mau menunggu sampai kapanpun MOM ngasih keputusan...yang mana daripadanya dari hari ke hari kami mulai meragukan kalo mereka mau nunggu lebih lama lagi....

Rencana kedua yg gagal adalah sekolah anak2. Tadinya sih kami maunya masukkin anak2 sekolah di SG bersamaan dengan dimulainya term baru di sana yaitu tgl 23 Juni. Rencana awalnya malah kami mau beberapa minggu sebelum masuk sekolah itu anak2 ikut tuition dulu bwt persiapan placement test. Tentu saja rencana inipun gagal total, yang ada sekarang saya deg2an banget takut ga sempet lagi masukkin mereka sebelum tahun ajaran berakhir di sana. Yang paling kami takutkan adalah Hanif yg supposedly masuk Primary 5 taun ini di sana. Klo sampai terlambat masuk dan harus nunggu taun depan berarti taun depan Hanif harus masuk Primary 6 yang mana daripadanya ga mungkin samsek krn sekolah di Singapur samsek tidak menerima murid baru untuk P6...!!! Turun lagi ke P5..?? Kasian banget Hanif ketinggalan jauh, krn di sini aja dia yg tadinya awalnya pengen masuk Grade 5 harus turun ke Grade 4 gara2 ulang taunnya yg terlambat (Oktober, sementara taun ajaran mulai Agustus, jadi dia dianggap blm cukup umur untuk masuk Grade 5...padahal cuman beda 2 bulan...!!!).

Rencana gagal ketiga adalah masalah rumah, gara2 status kami yg mengambang ini, yg tadinya kami mau menyewa rumah seorang teman yang pindah dari Singapur ke negera lain akhirnya harus rela melihat rumah itu disewakan ke orang lain. Bukan apa2, klo nyewa dengan kawan kan harga di bawah pasaran dan paling penting lagi ga usah bayar deposit dan biaya agent.... Lokasi rumahnya pun cukup dekat dengan calon kantor Abang, jadi ga akan keluar ongkos banyak, pasar (katanya) dekat, sekolah anak2pun (katanya) dekat pula, dan setelah checking2 di inet ternyata dekat pula dengan salon khusus muslimah.....hehehe...Ah dasar bukan rejeki...!! Kami cukup sesak napas dan menyesal krn ga jadi menyewa rumah tsb. tapi yg lebih bikin ga enak lagi adalah kawan kami itu sudah menolak beberapa calon penyewa gara2 menunggu kami, sampai ahirnya lewat masa mereka pindah pun kami belum ada kepastian juga....hiks..hiks...hiiiksss..Sungguh ga enak hati ga enak bodi....

Itu masalah rencana2 kami yg gagal akibat status EP yg ga jelas ini. Masalah lain yg bikin ga enak lagi adalah masalah dengan employer Abang di sini. Gara2 kondisi kami sekarang ini yg maju kena mundur kena, merekapun jadi ikut2an maju kena mundur kena...eh salah deng maksudnya maju engga mundur engga...Mereka maunya segera mencari calon pengganti Abang di sini, tapi krn Abang yg masih ga jelas kapan mau resign....diapun jadinya ga jelas kapan mau mulai mengiklankan lowongan kerja. Ditambah lagi visa H1B Abang yg habis bulan Desember ini. Untuk memperpanjang visa dia harus sudah mulai apply bulan Agustus nanti.

Soo...at the end of the day kami harus ngambil keputusan: "That's it..!! We can't wait any longer. Whether you'll approve it or not we will just back off. Good bye Singapore...!"
Cuman masalahnya kapan kami harus (dan mau) mengatakan itu ke pihak MOM, akhir bulan ini? Awal bulan depan? Pertengahan bulan depan? Ato kapan..? Bingung deeh.....

Semoga saja istikharah2 kami bisa menuntun kami untuk ngambil keputusan...





Tuesday, June 17, 2008

Mengantar dan Menanti

 

Mengantar seseorang pergi kemudian menunggu seseorang tersebut pulang lagi adalah satu kejadian yang sangat biasa sekali dalam kehidupan sehari-hari. Semua orang pasti pernah mengalaminya, kalaupun ngga sering paling tidak pernahlah mungkin sekali dalam hidupnya kejadian itu dia alami. Mengantar suami atau ayah ke kantor di pagi hari kemudian menunggunya pulang di sore hari, mengantar ibu ke pasar dan menunggunya pulang dari pasar, mengantar anak ke sekolah dan menunggunya pulang di siang hari, mengantar suami pergi dinas ke luar kota atau luar negeri dan menunggunya pulang beberapa hari kemudian, etc. dll. dlsb. Banyaklah contoh jenis dan macam kejadiannya.

Kejadian yang sangat biasa tersebut akan menjadi luar biasa kalau seseorang yang kita tunggu dan sangat kita harapkan kepulangannya itu ternyata kemudian tidak pernah pulang untuk selamanya. Dan penantian kitapun akan menjadi penantian tak berujung (yah paling tidak penantian di dunia lah...)

Buat saya yang pernah mengalami "mengantar dan menunggu tapi yang ditunggu tidak pernah pulang untuk selamanya", kejadian mengantar-dan-menunggu-kepulangan-seseorang tidak pernah lagi menjadi kejadian yang biasa2 saja. Apalagi kalau seseorang tersebut adalah orang yang saya cintai dan sangat penting artinya dalam kehidupan saya. Episode "mengantar dan menunggu" menjadi episode yang cukup menegangkan, karena dalam rentang waktu antara mengantar dan menunggu itu saya tidak pernah berhasil menghapuskan pikiran "akankah kejadian yang sama terulang kembali?" dari benak saya. Walaupun saya berusaha yakin dan ikhlas serta tawakal dengan takdir Allah, tapi rasa takut itu selalu ada. Ketakutan bahwa kali inipun yang ditunggu2 dan sangat diharapkan kepulangannya tidak akan pernah pulang untuk selamanya. It's only human to have that kind of anxiety, isn't it...?

Maka, ketika yang ditunggu ternyata akhirnya pulang dengan sehat dan selamat tanpa kurang suatu apapun, kelegaan yang saya rasakan adalah luar biasa sekali. Sangat luar biasa kelegaan itu sampai kata2pun tidak berhasil melukiskannya....

Sunday, June 15, 2008

Saturday, June 14, 2008

Mc Call Winter Festival

Mc Call Winter Festival ini diadain setaun sekali di sebuah kota kecil bernama Mc Call di dataran tinggi Idaho. Jaraknya sekitar *** mile ke arah utara dari Boise. Sejak taun lalu sebenernya abang dah pengen ngajak kami jalan ke kota ini dalam rangka Winter Festival, tapi taun lalu itu dia ngajaknya ga niat banget. Masa baru pok ngomong "Kita ke Mc Call Winter Festival yuk" nya seminggu sebelum winter festivalnya berakhir. Yakh basa basi doang atuh itu mah.

Makanya winter taun ini bener2 direncanain jauh2 hari sebelumnya. Bahkan sejak beberapa bulan sebelumnya udah ambil ancang2. Ternyata memang betul harus direncanakan sejauh itu, krn ternyata penginapan2 udah hampir semua penuh bahkan sejak beberapa bulan sebelum festival dimulai. Setelah cek sana cek sini akhirnya dapet juga kamar kosong, itu juga akhirnya kita yg harus menyesuaikan dengan tanggal tersedianya penginapan. Yg tadinya rencananya mau akhir minggu supaya anak2 dan ayahnya ga usah kebanyakan bolos, tapi gara2 penginapan jadinya harus weekdays deh perginya, ya udah bolos 3 hari deh mereka. Ga papalah setaun sekali ini...hehe....

Idaho City

Kejadiannya udah lama, akhir taun lalu. Ga papa lah baru diceritain sekarang, daripada tidak tercatat sama sekali dalam tinta sejarah.

Sleepless in Seattle, etc.

Udah sejak taun lalu sebenernya pengen jalan2 ke Seattle. Tapi ga pernah ada kesempatan, pangpangnya kesempatan materi alias ga ada duit!..hehe...Sampai akhirnya menjelang akhir taun lalu diazzamkan dlm hati summer taun ini harus bisa pergi ke Seattle, masa dah jauh2 datang dari ke Amrik tinggal tetanggaan state sama state di mana kota Seattle berada ga disempetin mampir sih....Padahal what's so special about Seattle ya dibanding kota2 lain....hehehe...ya mungkin gara2 jadi judul pilem aja kali ya...Tom Hank lagi yg mainnya....kenapa pula sama Tom Hank....dasar deh....Padahal klo kebelet pengen jalan2 mah ga usah nyari2 alasan ya....

Singkat cerita, akhirnya kesempatan itu datangnya malah lebih cepat dari rencana semula. Summer pun belum lagi datang, tiba2 aja si abang ada meeting di Seattle, dan tiba2 juga dia ngusulin bwt ngajakin kami, istri dan anak2nya, bwt ikut....Horreeeee....ya mau dooongg.....Ga sering lho dia punya ide brilian macam itu, jadi sekalinya punya harus segera dicatet, direncanakan dengan matang dan jangan kasih lagi kesempatan dia bwt berubah pikiran!! Maka sibuklah diriku merencanakan semuanya dengan penuh semangat dan membabi buta dari mulai perhitungan jarak tempuh, biaya bensin, penginapan, makan sampai jadwal acara. Pokonya semua ga boleh terlewatkan dan yg penting ga boleh ada sedikitpun celah buat abang untuk protes dan merubah rencana. Eeeeh...tiba2 dia kok malah punya ide yg lebih brilian lagi....! Setelah dari Seattle, gimana klo kita nyimpang ke Oregon ke satu tempat yang bernama "Sea Lion Caves"...wohohoho....yg tadinya semangat udah 45 jadi tambah membara jadi semangat 08!! Langsung deh bikin rencana matang lagi

Tuesday, June 3, 2008

Orang2 baik itu...alhamdulillaah ternyata masih banyak di dunia ini...

Membicarakan kebaikan2 diri sendiri, memamerkannya dan menyebarluaskannya ke halayak ramai adalah perbuatan yg tidak terpuji....Setuju..? Boro2 dapet, pahala yg tadinya udah di tangan malah berubah jadi dosa riya....hiih...serem..Na'udzubillaah. Tapi apakah membicarakan dan menyebarluaskan kebaikan2 orang lain termasuk kategori riya juga bukan ya...??..Hemm...semoga bukan deh..

Nah, kalaupun sekarang saya ingin menceritakan dan menyebarluaskan kebaikan2 beberapa orang di sini bukan berarti saya bermaksud ingin supaya mereka kemudian jadi riya krn kebaikan2 mereka terekspos di sini....Na'udzubillaah...jangan sampai, saya percaya dengan kwalitas keimanan dan kehumblean mereka. Mungkin ini hanya satu bentuk rasa terima kasih saya yg teramat sangat atas kebaikan2 yg sudah dan tengah mereka lakukan terhadap kami sekeluarga. Walopun saya sadar, there's not a single word of "Thank You" can show how

Sunday, April 20, 2008

My Babies' Toilet Training

courtesy of https://www.subpng.com/png-16iaid/download.html


 Some people say we must start as early as possible, others say we must start after our babies reach the age of 1.5 years, most people say we must start when they're 2 years old. Me..? I couldn't care less about what people say. I know my baby better than anybody else, furthermore I know MYself better. I know too well that every baby, every child, is unique. Children who come from the same home, who came from the same womb, who raised by the same parents, can be as different as day and night. So...I can't expect too much from my own sons, can I?

I started to toilet-train Hanif when he was about 1.5 years old, and it took months-almost half a year-for him to finally fully toilet-trained!! Not only had I disregarded his readiness, but  I also hadn't taken my own readiness into account when I started. And to make things worse, there was pressure from my surroundings too. When the pressure is so great, it's always difficult-very difficult, i tell you-to succsesfully achieve our goal faster than we expected. That's what happened in Hanif's case. It was difficult, tiring, not to mention distressing!!😖

***cut dulu...! Capek ah ngomong pake english........😆 Mending klo bener englishnya...hihi...yah namanya juga usaha. Saking pengennya bisa ngomong english dengan baik dan benar...dimaklum aja lah yaw-haw namanya juga belajhar....😅***

Back to the main issue. Jadi inget satu kejadian, saking udah cape dan letih serta stressnya Hanif setiap kali pipis di celana diingetin sama Ibu (kadang dengan halus lebih seringnya dengan dimarahin😞🙈) dengan kata2 (yg ga bosen2nya ibu ulang2 terus), "Hanif....pipis di mana...?!", akhirnya dengan ga kalah kesalnya dia jawab dengan ketus, "DI KULKAS!!" 😱
PO0KKK...!!! Serasa ditabok deh Ibu, ternyata anakku dah kesel banget diingetin (dan diomelin) bwt pipis di toilet lagi dan lagi dan lagi dan lagi......hiks....Butuh waktu berbulan2 lagi dari sejak kejadian 'pipis di kulkas' ini sampai akhirnya Hanif fully toilet-trained 😓

Belajar dari kejadian Hanif, Ibu jadi lebih hati2 lagi mentoilet-train Abdih. Ditekadkan dalam hati ga akan 'under-pressure' baik ke Abdihnya lebih2 ke Ibunya. Jadi take it easy ajalah. Alhamdulillaah ga sampai seminggu Abdih berhasil ditoilet-train. Sampai takjub sendiri, segitu mudahnya, alhamdulillaah. Cuman sempet 'kecelakaan' satu kali aja, ngompol ke karpet. Bahkan ternyata akibat kecelakaan inilah (padahal cuman sekali2nya itu), Abdih kapok ga mau pipis di celana lagi. Bukaaaan...kapoknya bukan karna dimarahin sama Ibu...!! Kapoknya krn kaget liat celana dan karpet tiba2 basah kena pipisnya dia, biasanya kan klo pipis langsung terserap di diaper ga kerasa basahnya....hihi...

Lalu bagaimana dengan Li'l Sajid, si 'anak ayah'? Kali ini jauuuh lebih santai lagi....😂 Yang pertama kali berhasil adalah mentoilet-train Sajid untuk BAB. Hanya butuh waktu kurleb 2 minggu saja, dan itupun sudah selesai sejak hampir setaun yg lalu. Melangkah menuju toilet-train untuk pipis, agak2 susah dan maju-mundur. Sampai usia Sajid 2,5 tahun dia masih keliatan santai2 aja berkeliaran dengan diaper yg sudah penuh. Padahal salah satu tanda kesiapan anak untuk ditoilet-train adalah sudah tidak merasa nyaman dengan diaper-penuhnya. Halaaah ini 2,5 taun aja masih cuek-bebek. Setiap kali diajak pipis ke kamar mandi langsung teriak marah, apalagi klo tengah asyik main sama Thomas and the gank, duuuuh....syusysyssaaaah....😖 Ya udah deh tenang2 aja dulu, pelan2 banget aja dulu deh. Takutnya terburu2 juga malah bikin stress, pangpangna stress ma ibunya....hehe...Bahaya....kasus Hanif selalu jadi 'panduan', ga boleh terjadi lagi. Akhirnya saking pelan2 dan hati2 banget eeeh...malah jadi terlupakan deh proses toilet-trainnya...hehe...Sadar2 lagi pas menjelang ulang taunnya ke-3..."Eh iya ya...udah hampir 3 taun kok masih pake diaper...."😅 Biar aja lah di sini mah banyak kok anak2 bule yg umur 3 taun masih keliaran pake diaper dengan manis dan lucunya....hihi...

Sponge Bob potty by www.walmart.com

Jadi begitulah beberapa bulan sebelum ulang taunnya yg ke-3, setelah diajak, dibujuk dan dibiasain lagi dan lagi dan lagi bwt pipis di 'sponge bob', berhasillah Sajid 'tertoilet training'...horreee....Prosesnya juga ternyata cukup cepat, cuman butuh waktu kurleb seminggu aja untuk pembiasaan dia pipis di "sponge-bob potty"nya. Dan taraaa....he's now fully toilet-trained...bahkan  tidur malampun udah ga harus pake diaper lagi...! Alhamdulillaah. Satu tugas Ibu sudah terselesaikan dengan baik, legghhaaaaa....buanget rasanya...💃😍 SO, ready for the next baby.....??!!....Ya jelas engga dong ah!! 😆

Notes:
~ ini tulisan dah basi banget sebetulnya. mulai ditulis sejak tgl 10 feb, baru selesai hari ini, 20 April, setelah berbulan2 proses toilet-train Sajid kelar-sumelar....;-D

Thursday, April 10, 2008

Monday, March 31, 2008

Collister Holiday Concert 07


The girl in red dress is Schuyler Mickelson. She's my li'l princess.

Konser Hanif yang pertama, kejadiannya sih udah lama, Desember 2007. Begitu denger Hanif mau konser, duuuuh deg2annyaaa minta ampun deh, yg ada di pikiran "Bisa ga ya anakku..." abis klo denger dia latihan di rumah kan kadang masih suka "ngak ngik nguk" ga jelas...hihi...Takutnya malu2in gituu.....Duuh si Ibu meni tega ya takut dimalu2in sama anaknya....:-(
Tapi ternyata Hanif bahkan sempet main solo, cuman dikit banget siiih tapi yaa lumayan lah kepake juga...hehe....Gambar bergeraknya liat aja di sini:http://ibuhanif.multiply.com/video/item/10, yg ngeselin si ayah ga sadar saat itu Hanif lagi main solo, asyik aja dia ngerekam Christina yg lagi main piano, jadi aja Hanifnya kerekam bentar banget, cuman suara biolanya aja yg kedengeran. Tapi sekali lagi, lumayaaan lah daripada engga sama sekali....;-) Enjoy....

Saturday, February 9, 2008

Mie Hongkong

Description:
Ini resep turunan dari one of my kindred spirit nun jauh di negeri Singa sana. Bikinnya guampang bin guampil. Rasanya seger banget. Klo dah enek dan bosen dengan makanan yg itu2 juga, pas banget deh makan mie ini. Klo di Singapur sana banyak yg jual dengan berbagai versi dan kreasi. Yg ini mah versi sederhana dan apa adanya saja, yg penting nikmeh dan seger.
(foto menyusul yaaaa.....:-D)

Ingredients:
Takarannya dikira2 aja ya ;-)
- Fish balls
- Udang ukuran sedang (kupas tinggalkan ekornya, belah punggungnya klo mau dan ga males)
- Cumi, potong bentuk cincin dengan tebal kurleb 3-4 mm (kira2 aja deh yg mau bikin, dipapantes aja sendiri)
- Bawang putih, klo rajin haluskan, klo engga diiris juga ga papa
- Merica, enaknya pake yg bubuk aja biar praktis
- Saus tiram
- Kaldu ayam blok (ato yg bubuk juga boleh, klo ga mau pake juga ga papa)
- Maizena + plus air
- Sawi hijau (chye sim, semoga spellingnya bener). Bagusnya sawinya direbus terpisah untuk disajikan pas mau disantap.
- Bawang goreng
- Sambal cabe hijau (praktisnya pake yg botolan aja)
- Mie kuning

Directions:
1. Tumis bawang putih sampai harum.
2. Masukkan dalam air sepanci yg tengah mendidih
3. Masukkan cumi, udang dan baso ikan
4. Tambahkan saus tiram dan kaldu ayam, garam, merica
5. Biarkan mendidih lagi airnya, kemudian masukkan larutan maizena. Aduk2 kira2 kekentalannya, klo terasa kurang kental ya tambahkan lagi larutan maizena sampai mencapai derajat kekentalan yg diinginkan.
6. Icip2, klo kurang garam tambahkan garam, klo kurang saus tiram tambahkan saus tiram, klo kurang enak.... yah itu mah nasib pablehbwat.....;-D
7. Setelah seafoodnya cukup matang (jangan biarkan over cooked ya, ga enak kan udang dan cumi yang terlalu matang itu, suka jadi keras), matikan api.
8. Rebus sawi secara terpisah.
9. Kalau pakai mie kering, rebus juga mienya.
10. Penyajiannya: taruh mie dan sawi di dalam mangkuk. Siram dengan sup. Taburi bawang goreng, dan tambahkan sambal hijau (atau pakai pickled jalapeno juga sedap)