Saturday, August 9, 2008

About Puberty

Ah leganya....akhirnya....bukan..ini bukan mau cerita ttg Employment Passnya Abang yg sudah approved...I wanna tell you about "talking puberty with Hanif". Sudah sejak berbulan2 yg lalu saya minta Abang buat ngobrol tentang puberty sama Hanif. Bukan cuma krn "it's about time" tapi juga karena Hanif sendiri sudah menunjukkan keingintahuan ttg masalah ini. He's become courios about what puberty is all about since months ago. Tapi yaaah namanya orang sibuk...sussaaah sekali nyari waktu yg pas bwt ngomongin masalah ini sama anaknya sendiri. Ntah juga ding apa krn emang sibuk banget ato krn susah nyari cara yang pas buat nyampeinnya. Pokonya dari berbulan2 yg lalu masih belum jugaaa itu terlaksana. Sementara Hanif sendiri sudah berulang kali bertanya2 tentang masalah puberti ini.

Sampai akhirnya satu hari, di pagi hari yang cerah, beres dia sarapan dan ayahnya sudah pergi ke kantor, tiba2 di meja makan tercetus lagi keingintahuan Hanif tentang puberti. Saya yang biasanya selalu ngeles dengan alasan, "Ayah's gonna tell you about it. It's a "man to man" talking", tiba2 saja-entah dapat beranian dari mana-bangkit dari tempat duduk and told Hanif confidently, "I'll tell you all about it now", grabbed an encyclopedia, sat down back in front of Hanif and started telling him about what puberty is, what it means being "baligh", etc.

I started by showing Hanif pictures of human body in the encyclopedia, showing him which parts of our body responsible for what happens in puberty. First I reminded him about my period. He's become familiar with it since I need to explain to him (and to his brothers as well) why I always skip praying every month. I couldn't keep avoiding them by only saying that I can't pray with no reason at all. Namanya juga anak2 coriousitynya gede banget kan...Yah akhirnya bahkan sebelum tau ttg their own puberty mereka sudah hapal banget bahwa every month I'll be having my period thus I'll skip praying for at least 6 days. Dengan pengetahuan mereka tentang menstruasi saya jadi lebih mudah 'masuk' ke penjelasan tentang 'wet dream'nya para kaum lelaki....Angelic Tentu saja semua penjelasan itu saya awali dengan penjelasan tentang apa dan bagaimana sistem dan organ reproduksi wanita, how it's difference from male reproduction system and how it's difference from urinary system. Setelah itu barulah saya jelaskan what it means by 'wet dream', what it is all about. Dan yg paling penting adalah how it will affect your every day life, your behaviour, your body changes, etc. etc. Yang paling susah tentu saja ketika harus menjelaskan apa itu sel telur dan sperma, apa fungsinya, bagaimana terjadinya pembuahan. Yaaah...you know laah...kenapa susahnya.. Tanpa harus menjelaskan terlalu detil tapi Hanif has to get a clear picture about what it means by 'having a baby' and 'how a baby can be produced'....dengan sedikit berkelit2 dan berdiplomasi akhirnya masalah itu bisa tersampaikan dengan (semoga) baik...yaaah setidaknya Hanif ngerti lah kenapa dan bagaimana itu terjadi....Dumb

Kemudian topik pembicaraan berlanjut ke masalah teknis pelaksanaan...hehehe..kesannya. Maksudnya bagaimana klo it really happens to him. Apa dan bagaimana itu akan terjadi, bagaimana rasanya, and what he has to do afterward. Sampe ke masalah paling teknis such as "You must wash your underwear by yourself!" Sambil ngangguk tanda mengerti dia langsung nanya, "Sepreinya gimana Ibu?" ga kebayang buat Hanif dia harus nyuci seprei sendiri...hehehehe...Nyuci yg lain sih it's only a piece of cake for him, orang memang tugas dia setiap minggu to do laundry....Thumbs Up

Akhirnya sampailah pembicaraan ke masalah what is it all about being 'baligh' for him as a muslim....tereng tereeeng...Mulailah ibu jelaskan tentang semua konsekuensi yang mengikuti kebalighannya sebagai seorang muslim. How it is that he will be responsible for all his actions. How everything he does, good deeds and bad deeds, will be held accountable in front of Allah.

No comments:

Post a Comment