Sampai akhirnya satu hari, di pagi hari yang cerah, beres dia sarapan dan ayahnya sudah pergi ke kantor, tiba2 di meja makan tercetus lagi keingintahuan Hanif tentang puberti. Saya yang biasanya selalu ngeles dengan alasan, "Ayah's gonna tell you about it. It's a "man to man" talking", tiba2 saja-entah dapat beranian dari mana-bangkit dari tempat duduk and told Hanif confidently, "I'll tell you all about it now", grabbed an encyclopedia, sat down back in front of Hanif and started telling him about what puberty is, what it means being "baligh", etc.
I started by showing Hanif pictures of human body in the encyclopedia, showing him which parts of our body responsible for what happens in puberty. First I reminded him about my period. He's become familiar with it since I need to explain to him (and to his brothers as well) why I always skip praying every month. I couldn't keep avoiding them by only saying that I can't pray with no reason at all. Namanya juga anak2 coriousitynya gede banget kan...Yah akhirnya bahkan sebelum tau ttg their own puberty mereka sudah hapal banget bahwa every month I'll be having my period thus I'll skip praying for at least 6 days. Dengan pengetahuan mereka tentang menstruasi saya jadi lebih mudah 'masuk' ke penjelasan tentang 'wet dream'nya para kaum lelaki....
Kemudian topik pembicaraan berlanjut ke masalah teknis pelaksanaan...hehehe..kesannya. Maksudnya bagaimana klo it really happens to him. Apa dan bagaimana itu akan terjadi, bagaimana rasanya, and what he has to do afterward. Sampe ke masalah paling teknis such as "You must wash your underwear by yourself!"
Akhirnya sampailah pembicaraan ke masalah what is it all about being 'baligh' for him as a muslim....tereng tereeeng...Mulailah ibu jelaskan tentang semua konsekuensi yang mengikuti kebalighannya sebagai seorang muslim. How it is that he will be responsible for all his actions. How everything he does, good deeds and bad deeds, will be held accountable in front of Allah.
No comments:
Post a Comment