Showing posts with label sahabat. Show all posts
Showing posts with label sahabat. Show all posts

Monday, February 8, 2010

Kisah seorang sahabat

Dia sahabat saya sejak kelas 1 SD. Sebutlah namanya Rina. Selain sahabat dia juga saingan saya, kami susul menyusul memperebutkan ranking di kelas. Kadang2 karena nilainya sama Wali Kelas kami membagi ranking di antara kami berdua, jadilah kami berdua dapat ranking 1.5 😁 Sampai kelas 2 SMP kami selalu sekelas. Sejak SMP ini geng kami bertambah yang tadinya hanya saya, dia, Tanti, dan Devina (nama samaran semuanya, maaf :D), sekarang bertambah 4 orang lagi, total jadi 8 orang. Makin seru...!! Makin heboh...Makin banyak kekonyolan2 yang kami lakukan 😂 Ketika naik kelas 3 SMP, orang tuanya memutuskan untuk memindahkan Rina ke SMP lain. Bukan main sedihnya kami harus berpisah dengan Rina. Kamipun membuat semacam farewell party kecil2an buat Rina. Tanti yang kreatif menggubah sebuah lagu khusus untuk acara perpisahan Rina, kamipun menyanyikannya bersama2 sambil bertangis2an  Ah bodornya....klo diingat2 lagi....hehehe....Tapi seru dan berkesan.

Sejak Rina pindah SMP saya jadi makin jarang ketemu Rina. Apalagi setelah kami masuk SMA dan mulai kuliah. Jangankan dengan Rina, dengan sahabat2 satu geng yang lainpun saya makin jarang ketemu, malah bisa dibilang ga pernah ketemu lagi. Awal tahun 90an saya dapat kabar ibunya Rina meninggal. Innalillaahi.....saya sedih sekali. Saya yang waktu SD dulu sering sekali main ke rumah Rina, tentu saja jadi dekat dengan ibunya Rina yang baik, cantik dan ramah. Selain itu juga orang tua Rina dan orang tua saya saling mengenal. Ayahnya Rina dan bapak saya alm. bekerja di institusi yang sama. Sayang ketika saya datang menengok ke rumahnya, Rina sedang tidak ada di rumah. Padahal saya ingin sekali bertemu dengannya setelah bertahun2 lamanya kita ga pernah kontak lagi.

Tahun berlalu, berbagai kesibukanpun menenggelamkan kami. Alhamdulillaah suatu hari - kalau tidak salah di akhir tahun 90an - saya akhirnya bisa ketemu lagi dengan Rina di sebuah acara pernikahan, saya lupa pernikahan siapa. Yang jelas tanpa saya sangka Rinapun ada di acara tersebut...! Senang sekali bisa ketemu lagi dengannya. Rina masih tetap cantik dan ramah seperti dulu (oh ya Rina kecil mirip Santi Sardi lho.....😍), badannya agak kegemukan saat itu. Diapun dengan semangat berbagi resep bagaiman caranya supaya gemuk (sejak kecil kami memang kuyuuusss...dan susah banget bisa gemuk....:-D). Pertemuan yang sangat berkesan, bahkan sampai sekarang.

Sejak pertemuan terakhir itu saya tidak pernah lagi punya kesempatan untuk bertemu lagi dengan Rina. Apalagi kemudian saya harus ikut suami saya pindah2 ke sana ke mari, semakin tipislah kemungkinan saya bertemu ataupun kontak dengan Rina. Sampai suatu hari di pertengahan tahun 2000an, salah satu sahabat saya yang juga satu geng dengan Rina dulu waktu jaman SMP (sebut saja namanya Malika) mengabarkan sebuah berita yang luar biasa mengejutkannya. Rina sakit....!! There's something wrong with her mental health.......Rina seperti tidak punya lagi semangat hidup. Kondisinya bagaikan peribahasa "hidup segan matipun tak mau"😭 Sedih sekali mendengarnya, sedih luar biasa...!! Rina sahabatku, Rina yang pintar, Rina yang rajin belajar, Rina yang cantik, ramah dan periang. Ada denganmu sahabatku.....😢 Ingin rasanya saya bisa menolongnya. Tapi apa yang bisa saya lakukan....??!! Ayahnya saja malu mengakui kalau jiwa Rina sakit, dan tidak ingin orang lain tahu tentang keadaan Rina 😥 Ada rasa bersalah dalam hati ini, karena bertahun2 saya seolah2 tidak peduli dengannya. Saya tidak pernah melakukan sesuatu untuk menolongnya. Tapi apa yang bisa saya lakukan...?! Jarak memisahkan kami begitu jauhnya....(alasan yang luar biasa bagusnya ya.....hiks....)

Makin lama kondisi Rina nampaknya semakin parah. Over the years, beberapa kali saya tanyakan kondisinya pada Malika, tapi tidak pernah terdengar ada kemajuan. Pagi tadi, saya terima sebuah mesej dari Malika di inbox FB. Katanya Rina tidak pulang dari kemaren...!! Hari Minggu siang (hari Sabtu malam waktu Boise) Rina pamit untuk beli pembalut. Sejak itu Rina belum pulang lagi ke rumah....!!!😭 Rina oh Rina....di mana kamu..? Apa yang terjadi denganmu. Ya Allah...lindungi sahabatku. Jangan biarkan terjadi apa2 padanya, ya Allah.....kembalikan Rina pada keluarganya....

Sahabat2ku, mohon doa untuk Rina ya........Saya sungguh tidak bisa menyebutkan nama aslinya di sini, tapi tolong doakan sahabatku itu ya.

Wednesday, September 17, 2008

Friends, friends, friends forever


2 anak ini klo udah ketemu..susah deh dipisahin. Dan klo udah main bedua, langsung deh segala macem 'kemischivan' keluar...Sayangnya mereka ketemu cuman di masjid aja seminggu sekali, krn kami tinggal di dua wilayah yg berbeda consequently they didn't go to the same school :-(

Yg paling menyedihkan ketika harus pindah dari satu tempat ke tempat lain adalah berpisah dengan teman, sahabat, sodara...or whatever you call it lah...
Akar yg kami tancapkan di Boise ternyata cukup dalam, sehingga ketika saatnya kami harus meninggalkan Boise betapa banyak serpihan hati yg tertinggal. Ungkapan2, "We don't want you to leave" ato "Why you have to leave?" ato "I'm sorry to hear that (regarding our long-processed immigration papers,red.) but I'm also glad that you can stay longer", sering sekali mereka ucapkan up to the point where I was really tired ngabandungan those comments and questions...tambahan lagi karena ungkapan2 itu membuat kami semakin berat meninggalkan Boise :-(

Deal with my own sadness aja sudah cukup berat, apalagi harus melihat juga kesedihan anak2 yg harus berpisah dengan sahabat2nya...hiks...Yah mau bagaimana lagi...Life must go on....

Not three weeks ago we parted, but we already miss you all so much, guys...:-(

Monday, August 27, 2007

sahabat

Masih inget lagunya Sherina yang ini?:
"Betapa bahagianya,
punya banyak teman,
alangkah senangnya..." (cuman hapal sampe situ aja siih...hehe..)

Saat ini hati saya terasa begitu 'penuh', I feel a sudden warmth swelled over me. I still can't believe it that Allah has granted me one of the biggest blessings in my life, best friends and friendship.

Saya jadi teringat tulisan Kahlil Gibran berjudul "Sahabat" dalam bukunya "Sang Nabi" (sebuah buku yang dihadiahkan salah seorang sahabat di ulang tahun saya yang ke 17).
Maaf ya Mas Kahlil saya kutip puisinya di sini, semoga ga keberatan.

Sahabat adalah keperluan jiwa, yang mesti dipenuhi.
Dialah ladang hati, yang kau taburi dengan kasih dan kau tuai dengan penuh rasa terima kasih.
Dan dia pulalah naungan dan pendianganmu.
Kerana kau menghampirinya saat hati lupa dan mencarinya saat jiwa mahu kedamaian.

Bila dia berbicara, mengungkapkan fikirannya, kau tiada takut membisikkan kata "Tidak" di kalbumu sendiri, pun tiada kau menyembunyikan kata "Ya".
Dan bilamana dia diam,hatimu berhenti dari mendengar hatinya; kerana tanpa ungkapan kata, dalam  persahabatan, segala fikiran, hasrat, dan keinginan dilahirkan bersama dan dikongsi, dengan kegembiraan tiada terkirakan.
Di kala berpisah dengan sahabat, tiadalah kau berdukacita;
Kerana yang paling kau kasihi dalam dirinya, mungkin kau nampak lebih jelas dalam ketiadaannya, bagai sebuah gunung bagi seorang pendaki, nampak lebih agung daripada tanah ngarai dataran.

Dan tiada maksud lain dari persahabatan kecuali saling memperkaya roh kejiwaan.
Kerana cinta yang mencari sesuatu di luar jangkauan misterinya, bukanlah cinta , tetapi sebuah jala yang ditebarkan: hanya menangkap yang tiada diharapkan.

Dan persembahkanlah yang terindah bagi sahabatmu.
Jika dia harus tahu musim surutmu, biarlah dia mengenali pula musim pasangmu.
Gerangan apa sahabat itu jika  kau sentiasa mencarinya, untuk sekadar bersama dalam membunuh waktu?
Carilah ia untuk bersama menghidupkan sang waktu!
Kerana dialah yang bisa mengisi kekuranganmu, bukan mengisi kekosonganmu.
Dan dalam manisnya persahabatan, biarkanlah ada tawa ria dan berkongsi kegembiraan..
Kerana dalam titisan kecil embun pagi, hati manusia menemui fajar dan ghairah segar kehidupan.