Showing posts with label kisahkasih. Show all posts
Showing posts with label kisahkasih. Show all posts

Tuesday, March 31, 2009

Kisah Slilit Sang Kyai

Para pemirsa pasti pernah kan ngalamin beli sesuatu trus lupa ga bayar, ato bayarnya kurang, ato malah ada satu ato dua items yg ga kescan. Klo ga pernah ya ga papa, yang jelas saya pernah beberapa kali ngalamin kejadian itu. Lupa ga bayar sih ga pernah, cuman beberapa kali kejadian saya bayar sesuatu trus kurang, ato malah satu kali pernah dua items dari beberapa items yang saya beli ga kescan. Selalunya sih kesalahan si kasirnya, bukan kesalahan saya. Kalau cuman 1, 2, 3, 10 sen sih biasanya ya sudah lupakan saja, anggap aja rejeki lagian kan ga sengaja, bukan pula saya sengaja pen ngambil untung Tapi klo udah sedollar, dua dollar ato 5 dollar sih ya serem juga. Makanya jauh2 juga balik lagi deh ke tokonya, trus bayar kekurangannya. Serem, takut ga berkah.

Apa yang saya alami itu ga ada apa2nya dibanding dengan apa yang dilakukan oleh seorang Bapak di Indonesia yang mengembalikan uang ganti rugi dari pihak pemerintah sebesar sekian puluh juta (atau sekian ratus juta ya? lupa lagi....pokoknya berjut2 deh...buanyak sekali). Wah....gile bener ya...padahal kalau ga dikembalikan itu uang bisa dia pake buat bikin rumah bagus, nyekolahin anak2nya, dll, dlsb. kebetulan si Bapak itu juga bukan orang kaya. Namun dia memilih untuk mengembalikan uang yang luar biasa banyaknya itu. Alasannya sederhana sekali, uang itu bukan hak saya, begitu yang beliau katakan. Duh....subhanallaah...betapa mulianya hati si Bapak.

Saya jadi teringat tulisannya Emha Ainun Najib berjudul "Slilit Sang Kyai". Dalam tulisannya itu Emha bercerita tentang seorang Kyai yang tertunda masuk surga gara2 slilit di giginya. Bukan..bukan semata2 karena si slilit itu dia jadi tertunda masuk surga. Tapi gara2 secuil kecil daging yang nempel di gigi itulah sang Kyai tanpa pikir panjang ngembat sepotong lidi yang tersender di pagar rumah tetangganya dalam perjalanannya pulang dari sebuah kenduri (gara2 makan daging di kenduri inilah maka slilit itu nyangkut di giginya). Tak berapa lama sejak kejadian itu sang Kyaipun meninggal. Nah ketika ngantri masuk surga malaikat mencegatnya di pintu surga dan mempermasalahkan sepotong kecil lidi yang dipakai sang Kyai untuk menyongkel slilit dari giginya. Bukan apa2, sang Kyai lupa ga minta izin dulu sama pemilik lidi tersebut! Inilah yang jadi masalah sehingga langkahnya menuju surga tersendat.

Saya ga tau apakah Emha menceritakan kisah ini berdasarkan sebuah hadits, atau kisah2 para sahabat Rasulullaah dulu atau bagaimana. Bahkan berdasarkan apa dan kisah dari manapun saya ga tau. Namun yang jelas rangkaian kisah2 di atas mengingatkan saya dengan ayat Al Quran surat 99:7-8 yang terjemahannya sbb.:

Barangsiapa yang mengerjakan kebaikan seberat zarrahpun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya.
Dan barangsiapa yang mengerjakan kejahatan seberat zarrahpun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya pula.


Duh, gara2 sepotong lidi saja seorang kyai bisa tersendat masuk surga, apalagi klo kesalahannya sebesar gunung dan seluas samudera. Na'udzubillaah ya Allah.....astaghfirullaahal'azhiim...

Notes:
~ tolong dikoreksi ya kalau saya ada yang salah saat menceritakan kembali tulisannya Emha, masalahnya udah berbelas taun yg lalu saya baca tulisan itu.