Showing posts with label kontemplasi. Show all posts
Showing posts with label kontemplasi. Show all posts

Saturday, September 22, 2007

Menjelang hari 'H' itu

"Umur kamu berapa Lin?"
Wah kaget juga saya nerima pertanyaan itu, terlebih lagi pertanyaan itu diungkapkan oleh teman baru saya yang baru pertama kali itulah ngomong di telepon dengan saya, ketemu muka langsung pun belum. Bukan, bukan krn tersinggung ato apa, yang bikin kaget karena rasanya inilah pertama kalinya seseorang yang baru saja kenalan sudah 'berani' nanyain berapa umur saya. Lebih kaget lagi, karena justru pertanyaan seperti itulah yang selalu ingin saya tanyakan pada orang yang baru saya kenal tapi gak pernah berani benar2 saya ungkapkan, dan pertanyaan itu juga yang selalu ingin saya terima dari orang yang baru saya kenal tapi hampir ga pernah saya terima. Sementara teman baru saya ini dengan santainya langsung nembak saya dengan pertanyaan tersebut 😁

"Sorry ya aku nanya kek gitu, biar enak aja ke depannya, biar ga kagok", dia lanjutkan pertanyaan tsb. dengan ungkapan ini.
Yap, betul sekali itu juga alasannya kenapa saya selalu ingin mengajukan pertanyaan yang sama (dan ingin juga ditanya:D) pada kenalan baru saya. Supaya klo orang yang baru saya kenal itu lebih tua dari saya maka saya akan memanggilnya dengan embel2 "Mbak, Kak ato Teh" (kecuali dia minta untuk tidak dipanggil dengan sebutan2 tsb.). Dan saya sendiri sama sekali ga keberatan untuk 'memamerkan' umur saya pada orang lain, ga peduli apakah saya jauh lebih tua dari orang2 di sekitar saya ato jauh lebih muda dari mereka. Klo memang saya lebih tua, so what gitu lokh, klo saya lebih muda juga ga masalah kan, ga ada sesuatupun di atas muka bumi ini yang bisa merubah kenyataan itu 😏  Maka klo ada orang yang bertanya berapa umur saya, saya akan dengan senang hati menjawabnya. Apalagi klo kemudian dia bertanya kapan saya lahir, waaah langsung deh dengan semangat saya jawab tanpa babibubebo lagi (yaah sapa tau dia ada niat mo ngasih kado kaan....😋😂)

Dua hari lagi usia saya genap 35 tahun. Dari sejak jaman dahulu kala hingga detik ini, saya selalu harap2 cemas menjelang hari ulang tahun saya. Dulu, saya selalu harap2 cemas karena memikirkan siapa sajakah yang akan memberi saya kado, berapakah kado yang akan saya terima. Walopun orang tua saya tidak pernah membiasakan untuk membuat pesta ultah setiap kali anak2nya ulang tahun, tapi tetap saja saya berharap bahwa orang2 yang saya kenal-apalagi orang2 terdekat saya-akan menyisihkan sebagian uangnya untuk membelikan kado untuk saya 😆🙈 Namun sejak beberapa tahun yang lalu harap2-cemas yang selalu saya rasakan itu mewujud dalam bentuk yang berbeda. Terkadang kecemasan itu kemudian berubah menjadi ketakutan.

Bapak saya meninggal 2 bulan kurang 2 hari setelah ulang tahunnya yang ke-40, salah seorang kawan saya bahkan meninggal 9 hari menjelang ulang tahunnya yang ke-33. Lalu bagaimana dengan saya? Apakah saya masih akan diberi kesempatan untuk 'bertemu' dengan hari H ulang tahun saya yang ke-35? Dan kalaupun ada kesempatan itu, berapa tahun, bulan, hari bahkan detik setelah menginjak usia 35kah sisa umur saya? Pertanyaan2 seperti itu yang selalu membuat saya berharap2-cemas bahkan ketakutan setiap kali hari ulang tahun menjelang.  Bekal amal yang masih seupil dan tumpukan dosa yang masih menggunung adalah salah satu penyebab perasaan itu masih selalu hadir dalam hati saya. Sebab lain yang kalah pentingnya adalah ketidakinginan saya untuk terlalu cepat meninggalkan anak2 dan suami saya serta orang2 tercinta lainnya 😔😢

Di saat2 seperti ini hanya sejuta harapan dan setumpuk doa yang (semoga) bisa menenangkan hati saya.

Ya Allah ya Rabbi, saya bukan ibu yang baik tapi izinkanlah saya untuk membesarkan anak2 saya, beri saya kesempatan untuk berada di sisi mereka lebih lama lagi. Saya bukan istri yang sholehah tapi izinkanlah saya untuk mendampingi suami saya lebih lama lagi.

Ya Allah ya Rabbi, ampuni dosa2, kekhilafan2 dan kelalaian2 saya di masa 35 tahun yang telah lalu, ridhoi dan berkahilah sisa usia saya. Jadikanlah saya hambaMu yang pandai mensyukuri semua nikmat yang telah Engkau anugrahkan pada saya dan keluarga saya.

Ya Allah ya Rabbi, bila saatnya tiba kelak, matikan saya dalam keadaan berdzikir kepadaMu, matikan saya dengan husnul khotimah ya Rabb....

aamiin, aamiin, aamiin ya Allah yaa Rabbal'aalamiin.

Happy birthday to myself,
semoga dengan berkurangnya jatah umur di dunia semakin besar kesempatan dan kemampuan saya untuk memperbaiki diri agar menjadi hambaNya yang semakin sholeh dan taqwa.
Sahabat2, teman2 dan sodara2ku, maafkan semua kesalahan2 saya, tolong ikhlaskan semua ucapan dan tindakan saya yang pernah melukai dan menyakiti hati anda2 semuanya.