Showing posts with label protes. Show all posts
Showing posts with label protes. Show all posts

Friday, April 3, 2009

Ibu2 yang protes

Dikirim video ini sama seorang temen, yakin deh pasti udah pada liat ato paling tidak baca isi puisinya: http://www.ziddu.com/download/4120657/IbuFacebookolehSerafinaOphelia.rar.html.

Bagus sih puisinya, menyentak dan menyindir. Saya, terus terang aja, kesindir juga karena, terus terang aja, termasuk yang addicted to facebook juga. Banyak lah justifikasinya, yang pengen keep in touch sama temen2 dan sodara (mengingat kami tinggal nun jauh dari jangkauan angkot dan ojek), yang jadi merasa ga kesepian setiap harinya (mengingat kami tinggal di kaki perbukitan yang ga bisa ngobrol sama tetangga setiap saat), krn merasa 'ditemani' oleh teman2 dan sodara2 yg terus apdeting facebook mereka, dll. dsb. Yang namanya alesan mah gampang banget dicari2 dan dibuat2. Puisi itu bisa jadi pengingat supaya tetep ga lupa sama kewajiban2 sehari2 di rumah (gimana ga lupa, orang selain jadi irt, saya juga merangkap jadi prt, babysitter dan supir pribadi ).

Tapi mendengar puisi itu ada sesuatu yang mengganjal di hati saya. Setelah berterima kasih karena sudah diingatkan, saya kok sekarang rasanya jadi pengen protes. Kenapa yang disorot selalu IBU? Kan rasanya lebih adil kalau selain ada puisi "Ibu dan Facebook" dibikin juga puisi "Ayah dan Facebook" or better yet, "Ayah dan Komputer".

Coba deh liat kasus ini: Seorang ayah pergi ke kantor. Di kantor dia bekerja di depan komputer (untuk yang kerja di depan komputer. Buat para ayah yang kerjanya nyangkul, mbajak sawah atau nyari kayu di hutan ya mana mungkin lah punya akses ke komputer), selain benar2 bekerja kadang selingan juga dong internetan juga (dalam artian 'gaul' di inet gitu....ya baca dan bales imel, ya facebook, ya blogging, dll). Pulang ke rumah, kalau sempat menyapa istri dan anak2, kembali duduk di depan komputer. Baru berenti kalau perlu ke WC atau sholat barangkali, dan kalau istri sudah memanggil karena makan malam sudah siap. Selesai makan? Well...ada yang tanggung mesti diselesaikan..so, kembali lagi ke depan komputer. Begitu terus setiap hari. Lalu bagaimana dengan weekend? Ooow...ya kebetulan ga harus ke kantor, jadi waktu di depan komputer jadi bisa lebih lammaa dan puanjang. Terus kapan duduk2 ngobrol sama istri dan anak2 sepulang kerja, kapan ngajak anak2 dan istri jalan2, kapan ngobrol sama anak2 tentang pengalaman mereka di sekolah dan teman2 mereka, kapan nemenin anak2 ngerjain PR, kapan ngajak anak2 main di luar rumah, kapan bantuin istri di dapur? Lah itu kan kerjaan ibu2 bukan kerjaan bapak2, kerjaan di dapur dan bersiin rumah kan ada pembantu.

Well...kan ga semua Bapak2 seperti itu, paling berapa persennya sih dari semua Bapak2 yang tahu dan ngerti tanggung jawabnya. Ya kalau gitu sih ya sama dong kasusnya dengan para Ibu. Berapa persen sih Ibu2 yang begitu addictednya dengan facebook (atau internet) yang sampai bener2 melupakan kewajiban2nya, khususnya kewajibannya terhadap anak2nya?

Maksud saya dengan semua ini, janganlah terlalu dibesar2kan, terlalu digembargemborkan tentang 'keaddictedan' seorang ibu terhadap internet (mau facebook, multiply, friendster, blogging, whatever). Sehingga akhirnya betapa coreng morengnya imej seorang ibu yang duduk berlama2 di depan komputer, khususnya imej mereka di depan anak2nya. Kalaupun mau dibesar2kan seperti itu, ya yang proporsional dong. Jangan cuman ibu2 yang terus2an disorot, tokh Bapak2 juga ada (saya ga mau bilang banyak. Karena seperti juga ibu2, dibandingkan dengan jumlah keseluruhan ibu2 dan bapak2 di dunia ini, berapa persen sih yang seaddicted itu sampai lupa diri) yang begitu lengketnya dan susah dipisahkannya dengan Neng Kokomnya tercinta.....

Notes:
saya jadi protes seperti ini bukan krn puisi itu saja, tapi juga karena sebelumnya saya baca sebuah tulisan tentang ibu2 yg addicted to internet, lebih menyentak dan menyindir. Tapi lupa judul tulisan dan linknya.