Friday, March 9, 2007
Tentang Makanan
Tadi pagi Hanif dan Abdih dimarahin sama ayah dan ibu. Ayah dan Ibu marrah bessaar sama mereka. Pasalnya? Mereka ga ngabisin makan siangnya kemaren di sekolah dan sisa makanan tsb. masih ada sampai pagi tadi. Padahal aturannya udah jelas, klo mereka ga sanggup ngabisin makanan di sekolah, begitu sampe rumah, selesai mereka sholat, itu makanan WAJIB mereka habiskan. Tapi mereka selalluuu lupa, ibu harus terus dan terus dan terruuss mengingatkan, setiap hari!! Akhirnya ibu ceramah panjaaaang sekali ttg makanan, ttg betapa beruntungnya mereka masih bisa makan enak, ttg anak2 kelaparan, ttg anak2 malang di belahan bumi lain yang jangankan bisa makan enak, supaya bisa makan aja mereka harus ikut banting tulang.
Ibu sebenernya ga pernah memanjakan mereka dalam masalah makanan. Maksudnya, tentu saja ibu masak buat mereka, kadang masak juga masakan2 atau makanan2 selingan kesukaan mereka. Tapi most of the time, ibu selalu minta mereka untuk makan apa yang ibu siapkan di atas meja makan tanpa banyak protes. Mereka suka atau tidak, yang terhidang di atas meja makan itulah yang harus mereka makan. Jahat ya..?? Mungkin...;-) Tapi ibu ingin supaya di kemudian hari mereka ga pilih2 makanan, bisa makan apa saja dalam kondisi bagaimanapun dan siapapun yang memasak makanan itu untuk mereka, ga ada tawar2 ga ada pilih2. Mereka bisa makan tanpa susah payah mencari uangnya sendiri atau memasaknya sendiri saja sudah suatu nikmat besar yang wajib mereka syukuri 😇
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
No comments:
Post a Comment