Sunday, March 29, 2009

Life is a matter of choice. Is it..?

Life is a matter of choice. Sampai detik ini saya masih yakin dengan ungkapan itu. Memang betul kemudiannya (kemudiannya...? bahasa apa iniih..?..hehe..) banyak sekali kejadian2, peristiwa2, tanda2, yg akhirnya melatarbelakangi dibuatnya sebuah keputusan yang akan menjadi pilihan2 dalam hidup kita. Dan seringkali kejadian, peristiwa2 ataupun tanda2 tersebut di luar kuasa kita bahkan tidak jarang di luar keinginan dan harapan kita, hanya Allah lah yang ternyata mengatur semuanya.

Seperti yang pernah saya dengar (baca, sebenernya) seseorang katakan, saya lebih melihat kehidupa ini bukan seperti permainan catur tapi lebih mirip dengan permainan blackgammon. Kalau dalam permainan catur kan langkah setiap pion sudah ditentukan dan pasti. Raja hanya boleh melangkah begini, Ratu hanya boleh melangkah begitu, dst. Sementara dalam blakgammon kita bebas menentukan langkah, each with its own consequences leading to win or lose at the end of the game. Kenyataan bahwa kita ga pernah tau apa yang ditakdirkan oleh Allah untuk kita (not even in the case of when, where or how we're gonna die) membuat kita bebas untuk memilih jalan hidup ataupun bagaimana kita berperilaku di dunia ini (dengan konsekuensi2nya sendiri tentu saja). Apalagi di dalamnya ada faktor keinginan dan harapan yang kemudian terkemas dalam bentuk doa.

Is it predestined that we have to live in Boise? Nobody knows, not even us. Tapi kejadian2 yang kami alami prior to our departure from Singapore led us to finally make a decision to move back to Boise. Kenyataan bahwa Hanif dan Abdih begitu sulitnya diterima di sekolah di Singapur. Kenyataan bahwa Hanif dan Abdih (dan juga saya ? ) ga betah tinggal di sana karena faktor sekolah, lingkungan, gaya hidup, dsb. Semua itu membuat kami mulai berpikir untuk mencoba kembali lagi ke Boise. Kejadian terakhir yang paling menentukan adalah kenyataan bahwa akibat krisis ekonomi global posisi Abang di tempat kerjanya di Singapura terancam, semakin membuat kami membulatkan tekad untuk pindah kembali ke Boise. Apakah di dalamnya juga ada faktor doa yang kemudian membuat jalan kami untuk pindah kembali ke Boise seolah dimudahkan? Wallaahu'alam.

Lalu bagaimana kejadiannya sampai akhirnya kami memutuskan untuk pindah dari Boise ke Singapura? Kejadian2 apa saja yang menggiring kami mengambil keputusan itu?
Tunggu laporan lengkap selanjutnya...!

10 comments:

  1. Semua yang terjadi dalam hidupku ini adalah sebuah misteri illahi...
    **jadi nyanyi neh**
    Eh bener lho..saya juga ga pernah ngebanyangin sedikit pun bakalan nyangkut di pulo ini, sampe beranak-pinak pula:))

    ReplyDelete
  2. resep ngabandungan acara pindahan dan segala pernik didalamnya, tentangmu dan anak2 tea. *menunggu kisah selanjutnya, tong lami teuing nyaaa* :)

    ReplyDelete
  3. tetehhhhhhhhhhh...first..i wanna say sonoooooooooooooo and hug and kisses...je..he.. sure teh kangen pisan...pyuhhh perjalanannya lumayan ya semoga di mudahkeun ya teh....and ditunggu cerita selanjutna

    ReplyDelete
  4. Nice writing. Cuma mau tanya atu hal aja, backgammon itu permainan yg kayak apa sih? Hehehehe....

    Eh eh, pas di singapur, ngobrol2 sama my cousin, ternyata dia kenal elo n mas Eri lhooooo.... Bahkan tau gosip2 ttg kalian (ampe rencana pindah apartemen segala. eleuh eleuh....). Sussi bilang dia adek kelasmu di SMA (dan seperti biasanya adek kelas laa.... kenal sama senior, sementara yg senior gak tau menahu ttg juniornya. Hehehe...). Trus suaminya, si sony, ternyata pengikut setia tulisan Mas Eri di blog-nya. Hehehehe... Dunia ini memang kecil, yak.

    ReplyDelete
  5. Memang semua takdir Allah, but usaha manusia harus....... :-D

    ReplyDelete
  6. mudah2an makin betah ya....jadi inget bapak saya yg suka nanya kapan pindah stay di endonesa

    ReplyDelete
  7. iya mba cerita-in dong....pgn tau neh hehhe...

    ReplyDelete
  8. teh lintang, ditunggu lanjutannya ya.
    btw, soal takdir (krn saya nggak pernah main black gammon), saya melihatnya seperti telapak tangan atau jalan daun yg ada guratan-2 nya. ada titik-2 pada guratan tsb yg merupakan simpul tempat membuat keputusan. kl keputusan yg diambil ke kiri, konsekwensinya ada di situ, kl ke kanan juga kelihatan akan kemana.

    terus, kl hadith yg mengatakan (redaksi persisinya nggak inget), bhw semua sudah dituliskan di lauh mahfudz, gimana nyambunginnya ya, teh?

    ReplyDelete
  9. kita gak tahu yah apa yang terjadi selanjutnya tapi teh kita tetap selalu berharap dan yakin apapun yang terjadi itulah yang terbaik Allah berikan...Insya Allah apapun pilihan teh Lin dan Bang Ery itulah yang terbaik dari Allah, semoga senantiasa dimudahkan yah sayang....

    ReplyDelete