Dia sahabat saya sejak kelas 1 SD. Sebutlah namanya Rina. Selain sahabat dia juga saingan saya, kami susul menyusul memperebutkan ranking di kelas. Kadang2 karena nilainya sama Wali Kelas kami membagi ranking di antara kami berdua, jadilah kami berdua dapat ranking 1.5 😁 Sampai kelas 2 SMP kami selalu sekelas. Sejak SMP ini geng kami bertambah yang tadinya hanya saya, dia, Tanti, dan Devina (nama samaran semuanya, maaf :D), sekarang bertambah 4 orang lagi, total jadi 8 orang. Makin seru...!! Makin heboh...Makin banyak kekonyolan2 yang kami lakukan 😂 Ketika naik kelas 3 SMP, orang tuanya memutuskan untuk memindahkan Rina ke SMP lain. Bukan main sedihnya kami harus berpisah dengan Rina. Kamipun membuat semacam farewell party kecil2an buat Rina. Tanti yang kreatif menggubah sebuah lagu khusus untuk acara perpisahan Rina, kamipun menyanyikannya bersama2 sambil bertangis2an Ah bodornya....klo diingat2 lagi....hehehe....Tapi seru dan berkesan.
Sejak Rina pindah SMP saya jadi makin jarang ketemu Rina. Apalagi setelah kami masuk SMA dan mulai kuliah. Jangankan dengan Rina, dengan sahabat2 satu geng yang lainpun saya makin jarang ketemu, malah bisa dibilang ga pernah ketemu lagi. Awal tahun 90an saya dapat kabar ibunya Rina meninggal. Innalillaahi.....saya sedih sekali. Saya yang waktu SD dulu sering sekali main ke rumah Rina, tentu saja jadi dekat dengan ibunya Rina yang baik, cantik dan ramah. Selain itu juga orang tua Rina dan orang tua saya saling mengenal. Ayahnya Rina dan bapak saya alm. bekerja di institusi yang sama. Sayang ketika saya datang menengok ke rumahnya, Rina sedang tidak ada di rumah. Padahal saya ingin sekali bertemu dengannya setelah bertahun2 lamanya kita ga pernah kontak lagi.
Tahun berlalu, berbagai kesibukanpun menenggelamkan kami. Alhamdulillaah suatu hari - kalau tidak salah di akhir tahun 90an - saya akhirnya bisa ketemu lagi dengan Rina di sebuah acara pernikahan, saya lupa pernikahan siapa. Yang jelas tanpa saya sangka Rinapun ada di acara tersebut...! Senang sekali bisa ketemu lagi dengannya. Rina masih tetap cantik dan ramah seperti dulu (oh ya Rina kecil mirip Santi Sardi lho.....😍), badannya agak kegemukan saat itu. Diapun dengan semangat berbagi resep bagaiman caranya supaya gemuk (sejak kecil kami memang kuyuuusss...dan susah banget bisa gemuk....:-D). Pertemuan yang sangat berkesan, bahkan sampai sekarang.
Sejak pertemuan terakhir itu saya tidak pernah lagi punya kesempatan untuk bertemu lagi dengan Rina. Apalagi kemudian saya harus ikut suami saya pindah2 ke sana ke mari, semakin tipislah kemungkinan saya bertemu ataupun kontak dengan Rina. Sampai suatu hari di pertengahan tahun 2000an, salah satu sahabat saya yang juga satu geng dengan Rina dulu waktu jaman SMP (sebut saja namanya Malika) mengabarkan sebuah berita yang luar biasa mengejutkannya. Rina sakit....!! There's something wrong with her mental health.......Rina seperti tidak punya lagi semangat hidup. Kondisinya bagaikan peribahasa "hidup segan matipun tak mau"😭 Sedih sekali mendengarnya, sedih luar biasa...!! Rina sahabatku, Rina yang pintar, Rina yang rajin belajar, Rina yang cantik, ramah dan periang. Ada denganmu sahabatku.....😢 Ingin rasanya saya bisa menolongnya. Tapi apa yang bisa saya lakukan....??!! Ayahnya saja malu mengakui kalau jiwa Rina sakit, dan tidak ingin orang lain tahu tentang keadaan Rina 😥 Ada rasa bersalah dalam hati ini, karena bertahun2 saya seolah2 tidak peduli dengannya. Saya tidak pernah melakukan sesuatu untuk menolongnya. Tapi apa yang bisa saya lakukan...?! Jarak memisahkan kami begitu jauhnya....(alasan yang luar biasa bagusnya ya.....hiks....)
Makin lama kondisi Rina nampaknya semakin parah. Over the years, beberapa kali saya tanyakan kondisinya pada Malika, tapi tidak pernah terdengar ada kemajuan. Pagi tadi, saya terima sebuah mesej dari Malika di inbox FB. Katanya Rina tidak pulang dari kemaren...!! Hari Minggu siang (hari Sabtu malam waktu Boise) Rina pamit untuk beli pembalut. Sejak itu Rina belum pulang lagi ke rumah....!!!😭 Rina oh Rina....di mana kamu..? Apa yang terjadi denganmu. Ya Allah...lindungi sahabatku. Jangan biarkan terjadi apa2 padanya, ya Allah.....kembalikan Rina pada keluarganya....
Sahabat2ku, mohon doa untuk Rina ya........Saya sungguh tidak bisa menyebutkan nama aslinya di sini, tapi tolong doakan sahabatku itu ya.
Semoga dia baik-baik aja ya Lin...doa tulus seorang sahabat Insya Allah didengarNya. Jadi diingatkan untuk selalu menyambung silaturahmi, terutama dengan sahabatku yang satu ini! :-)
ReplyDeleteamiin amiin amiin....makasih ya Sofie, sahabatku tercinta. Keep in touch...! Walo jauh di mata, walo jarang kontak, tapi hati2 kita tetap dekat tetap bersatu yaa, insha Allah....;-)
ReplyDeleteHiks, ngiring sedih, ngiring ngadu'akeun semoga bliau dalam keadaan baik-baik saja tidak kurang suatu apa, segera kembali dan sehat sediakala. Kabayangna urang teh ngaraos "lepat", kamana wae selama ini naha tidak bisa menemani dsb nya, Abdi ge kitu mengalaminya :(, Insha Alloh dengan banyaknya tools seperti sekarang silaturahmi lebih dimudahkan terjalin.
ReplyDeleteya Allah...semoga Allah melindungi Rina, menyelamatkannya dan menyehatkannya lagi
ReplyDeletebisa merasakan ngilunya mendengar kabar sahabat seperti itu :((
Mudah-mudahan Rina kembali pulang dengan selamat ... pelajaran berharga terutama untuk membentuk kepribadian anak-anak kita agar kuat, ikhlas, sabar menghadapi segala hal terburuk dalam hidup dan dapat "melepaskan" beban hidup dengan sharing dengan yang lain .... wallahualam, mudah-mudahan aku n kita bisa menjadi orang tua seperti ini ....
ReplyDeletesahabat2ku sayang, terima kasih atas doa2nya. Berita terakhir yang saya dapat, Rina belum pulang juga, tapi ada indikasi dia memang sengaja minggat dari rumah....:-(
ReplyDelete