Showing posts with label basketball. Show all posts
Showing posts with label basketball. Show all posts

Saturday, August 25, 2007

Hanif, Abdih dan NBA

Abdih : "Ibu, I wish I was in college now"
Ibu     : "Why?"
Abdih : "So that I can play for the NBA"
Ibu     :" Hmmm........"

****
Hanif : "Ibu, kata Ibu kan Hanif boleh jadi apa aja yang penting sholeh, iya kan?"
Ibu    : "Iya, terus..?"
Hanif : "Hanif mau jadi NBA player Ibu..."
Ibu    : "Hmmm, hmmm....."
Ibu lagi : "Ok, tapi walo bagaimanapun Hanif harus ke college dulu. Setelah itu let's see.... Yang penting Ibu mau Hanif harus ke college dulu." (maksa ih si Ibu...hehe...)
Hanif : "Oke.."

****
Hanif : "Ibu, I wanna go to college here in the US"
Ibu    : "NBA kan..?"
Hanif : "Hehe...." sambil tersipu2.

****
Suatu hari setelah baca buku biografi salah satu pemain NBA bernama Kevin Garnett yang dia pinjam dari perpus sekolah,
Hanif (dengan mimik muka 'penuh kemenangan') : "Ibu, do you know? Kevin Garnett skipped college! He went straight to NBA!"
Ibu (dengan nada tegas)  : "So....?! What did you mean by that? You don't wanna go to college either?"
Hanif (tersipu2) : "Emm...engga siiih...."


******
Entah sejak kapan anak 2 itu tergila2 sama yang namanya bola basket. Padahal dulu, sejak heboh Piala Dunia 2002 sampai beberapa bulan pertama setelah kami pindah ke sini, soccer was always their fav! Yang kemudian menimbulkan ide2; "Hanif mau jadi pemain sepak bola" atau "Hanif mau jadi wasit sepak bola". Awal2 mereka sekolah di sini, guru2 mereka, temen2 mereka (baik yang sekelas maupun yang tidak), bahkan beberapa orang ibu dari temen2 mereka, begitu hafalnya dengan hobi Hanif dan Abdih ini. Karena setiap recess ga ada lain yang mereka mainkan selain sepak bola. Berteman pun dengan anak2 yang cinta sepak bola. Entah angin apa dan dari mana yang menghembuskan ide bola basket ke telinga mereka. Klo cuman hobi sih ga papa, ini pake pengen pula jadi pemain NBA. Serius pula (ternyata) keinginannya itu. Kayaknya ga ada hari tanpa ngomongin NBA, pemain2 NBA, NBA draft dan entah apalagi lah istilahnya, ga ngerti! Pokonya Ibu dah mulai kewalahan dengernya!

Sampai berapa lamakah obsesi mereka untuk jadi pemain basket dan kemudian jadi pemain NBA (dipikirnya gampang jadi pemain NBA....) akan bertahan? Apakah kemudian nasibnya akan sama dengan obsesi mereka untuk jadi pemain bola yang terlupakan setelah mereka berpindah ke lain hati? I have no idea!! Kita lihat saja nanti gimana perkembangan selanjutnya. Klo boleh jujur, Ibu sih berharap semoga it won't last long..!!